Waspadai Titik Rawan Banjir dan Longsor

987
SIAGA BENCANA : Kapolres Batang, AKBP Edi S Sinulingga dan Dandim Batang Letkol Inf Fajar Ali Nugraha saat mengecek peralatan SAR, didampingi Kepala BPBD Kabupaten Batang, Yesaya Simanjutak dan anggota Timsar setelah apel siaga bencana, di Mapolres Batang, Kamis (7/11) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIAGA BENCANA : Kapolres Batang, AKBP Edi S Sinulingga dan Dandim Batang Letkol Inf Fajar Ali Nugraha saat mengecek peralatan SAR, didampingi Kepala BPBD Kabupaten Batang, Yesaya Simanjutak dan anggota Timsar setelah apel siaga bencana, di Mapolres Batang, Kamis (7/11) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Banyak wilayah di Kabupaten Batang terancam bencana banjir dan longsor. Sebanyak lima kecamatan rawan terkena bencana banjir adalah Kecamatan Batang terutama Batang Kota, Kandeman di Desa Depok, Tulis di Desa Beji, Subah di Desa Kalimanggis dan Kecamatan Gringsing di Desa Kebondalem, Desa Plelen, Desa Lebo dan Desa Krengseng. Dan 4 kecamatan rawan tanah longsor, yakni meliputi Kecamatan Blado di Desa gerlang, Kecamatan Reban di Desa Mojotengah, Kecamatan Bawang di Desa Deles, Desa Pranten dan Desa Sangubanyu, dan Kecamatan Subah di Desa Kemiri Barat.

Hal tersebut disampaikan Kepala BPBD Kabupaten Batang Yesaya Simanjutak setelah apel siaga bencana, di Mapolres Batang, Kamis (7/11) kemarin. Dalam kesempatan tersebut didampingi Kapolres Batang, AKBP Edi S Sinulingga dan Dandim Batang Letkol Inf Fajar Ali Nugraha.

“Masyarakat harus waspada pada titik-titik rawan banjir dan longsor. Jika terjadi hujan deras dua hari berturut-turut dengan intensitas sedang, harus mengamati lingkungan sekitar. Terutama di wilayah rawan longsor, kalau ada retakan kecil segera antisipasi dengan ditutup tanah liat. Andaikan retakan besar, maka menjauhlah kurang lebih 100 meter,” bebernya.

Lanjut Yesaya, untuk mengatisipasi bencana akibat musim hujan, BPBD sudah menyiapkan beberapa personel dilengkapi dengan 250 relawan yang tersebar di seluruh Kabupaten Batang. Mereka juga dibantu personil kecamatan. Meski begitu, ia berharap lurah/kepala desa ikut mensosialisasikankan bahaya bencana alam kepada masyarakat. “Kami harap mereka siap siaga dan paling tidak menginformasikan kepada kami ketika tanda-tanda banjir dan tanah longsor atau bencana lainnya datang,” tuturnya.

Terkait bahaya puting beliung, katanya, berdasarkan prediksi BMKG rentang waktu 2-3 hari ke depan terjadi badai siklon di wilayah selatan. Ia mengingatkan masyarakat agar waspada dan memperhatikan vegetasi atau tanaman di sekitar. Jika tanaman lebat, lakukan pemangkasan. Apabila tanaman sudah tua, tebanglah. “Itu langkah preventif yang paling efektif. Masyarakat harus lebih peduli terhadap hal itu, agar tidak membahayakan orang,” tandasnya.

Sementara itu, menghadapi cuaca ekstrem yang saat ini menimpa sejumlah daerah dan menyebabkan berbagai bencana, Polres Batang dan BPBD setempat turut siaga penuh. Polres Batang menggelar apel gelar pasukan dan sarpras tanggap bencana Tahun 2017 di Mapolres setempat, Kamis (7/11) kemarin. Apel siaga bencana tersebut untuk membangun sinergi dan mengonsolidasikan satuan pelaksana penanggulangan bencana di Kabupaten Batang.

Kapolres Batang AKBP Edi S Sinulingga mengatakan bahwa Polres Batang sebagai aparat keamanan benar-benar siaga bencana. “Saya harap, pemerintah daerah, TNI, Polri maupun masyarakat selalu siap dalam mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan apabila terjadi bencana,” kata Kapolres, Jumat (8/12) kemarin. (han/ida)