Jalan Tol Manyaran Kebanjiran

714
LANGGANAN BANJIR : Jalan Gajah Raya selalu langganan terkena banjir, setiap kali hujan deras mengguyur Kota Semarang, Minggu (10/12) kemarin. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LANGGANAN BANJIR : Jalan Gajah Raya selalu langganan terkena banjir, setiap kali hujan deras mengguyur Kota Semarang, Minggu (10/12) kemarin. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG-Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Semarang mengakibatkan sejumlah jalan raya tergenang. Diduga, genangan tersebut disebabkan drainase tidak lancar atau mengalami penyumbatan. Pantauan Jawa Pos Radar Semarang , Jalan Tol Manyaran, Jalan Tentara Pelajar dan Jalan Gajah Raya terendam banjir.

Di Jalan Tol Manyaran, sejumlah mobil, bus, dan truk pengguna jalan bebas hambatan yang melintas, terpaksa berjalan lambat. Banjir ini, kali pertama terjadi di Jalan Tol Manyaran.

Genangan sekitar 10 sentimeter itu sempat diabadikan netizen dalam sejumlah video, yang kemudian tersebar melalui Whatshap. Video itu terlihat sejumlah pagar pembatas jalan tol MCB tampak terhanyut akibat derasnya air. Para pengendara mobil tampak berhati-hati melewati genangan yang meluncur cukup deras.

General Manager Jasamarga Cabang Semarang, A Dwi Winarso menjelaskan, banjir yang menggenangi ruas tol Manyaran tersebut disinyalir karena intensitas hujan yang tergolong tinggi. Genangan terjadi di dua arah, baik dari arah Semarang ke Jakarta, atau dari Jakarta ke Semarang.

“Bisa jadi karena hujan yang deras tadi siang (kemarin, red). Tapi sebelumnya memang tidak pernah banjir. Baru kali ini,” terangnya ketika dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (10/12) kemarin.

Dijelaskan, banjir yang menggenang cukup lama. Nyaris setengah jam. Saat terjadi banjir, pihaknya langsung membuka MCB agar air cepat dan lancar masuk selokan tol. “MCB yang dipasang di jalan jadi penghalang air masuk ke selokan. Makanya kami buka agar air cepat surut,” terangnya.

Sebagai antisipasi agar air hujan tidak menggenangi jalan tol lagi, Jasa Marga segera melakukan evaluasi. Terutama mencari tahu penyebab utama terjadinya banjir. “Kalau memang karena saluran air, kami akan melebarkan saluran air,” tegasnya.