Pemdes Siap Dukung Usaha Warga

Desa Kalijambe Kecamatan Bringin

636
MENGEMAS : Kustarom, pengusaha keripik di Desa Kalijambe tengah mengemas keripik kimpul, produk khas Kalijambe. (Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)
MENGEMAS : Kustarom, pengusaha keripik di Desa Kalijambe tengah mengemas keripik kimpul, produk khas Kalijambe. (Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)

BRINGIN –Pemerintah Desa Kalijambe, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, akan terus mendukung segala bentuk usaha yang ada di desa. Hal tersebut demi meningkatkan perekonomian warga Desa Kalijambe.

“Ini pemerintah desa baru mau buat pelatihan dan pemberitan motivasi. Rencananya pemerintah desa akan bekerjasama dengan Disperindag,” jelas Kepala Desa Kalijambe Suyitno, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Suyitno (IST)
Suyitno (IST)

Suyitno mengatakan, usaha-usaha yang ada di desanya seperti pengusaha keripik, akan dicarikan pasar melalui info web desa. Selain itu, usaha-usaha ini nantinya juga akan dikerjasamakan dengan BUMDes Kalijambe, jika BUMDes sudah berjalan.

“Saya berharap usaha-usaha yang ada di Desa Kalijambe bisa lebih berkembang sehingga membuat kehidupan masyarakat desa ini semakin sejahtera,” harapnya.

Salah satu usaha yang dilakukan warga Kalijambe adalah keripik. Mulai dari keripik kimpul atau tales, kripik pisang, dan juga keripik pohung.

Prapti, salah satu pengusaha keripik mengatakan, usaha ini sudah lama dijalankan bersama dengan keluarganya. Selain berharap adanya bantuan modal usaha, dirinya ingin agar ke depan ada penerus dari usahanya ini, sehingga usaha keripik di desa Kalijambe dapat terus berjalan.

”Syukur-syukur bisa menjadi produk khas Kalijambe dengan pemasaran yang lebih luas. Kami ingin yang muda-muda itu yang meneruskan. Mungkin mereka juga banyak inovasi sehingga bisa mengembangkan keripik yang lain juga,” kata Prapti, salah satu pengusaha keripik di Kalijambe kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Memang, pemasaran keripik ini baru menjangkau pasar-pasar dan warung di Kalijambe dan sekitarnya. Produk Prapti sendiri, yang sudah jadi dan dikemas biasanya dikirim ke warung-warung oleh sang Suami.

Keripik-keripik ini dijual dengan berbagai macam varian rasa. ”Ada macam-macam, seperti rasa balado, jagung manis, super pedas. Ada level-levelnya juga keripik di sini,” jelas Prapti. (sga/zal)