Akta Kematian Warga Terintegrasi Pak Waris

772
STUDI BANDING: Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Memberano Raya Provinsi Papua mengunjungi kantor Disdukcapil Kota Magelang untuk belajar dan studi banding, Selasa (12/12) kemarin. (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR KEDU)
STUDI BANDING: Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Memberano Raya Provinsi Papua mengunjungi kantor Disdukcapil Kota Magelang untuk belajar dan studi banding, Selasa (12/12) kemarin. (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR KEDU)

MAGELANG—Sistem perekaman e-KTP, Kartu Identitas Anak (KIA), akta kelahiran, dan akta kematian di Kota Magelang, sudah terintegrasi dalam Sistem Informasi Manajemen Kelurahan (Simkel). Pada akta kematian, misalnya, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), sudah berinovasi dalam sistem Pelayanan Akta Kematian Melalui WhatsApp Gratis alias Pak Waris.

Kepala Disdukcapil Kota Magelang, Hartoko, menyampaikan hal itu kepada rombongan Disdukcapil Kabupaten Memberano Raya Provinsi Papua, Selasa (12/12) kemarin, saat studi banding di Kota Magelang. “Kami dalam memudahkan pelayanan, membuat beberapa paket pelayanan, yaitu berupa pembuatan KIA yang terintegrasi secara otomatis membuat KK baru maupun paket pelayanan pembuatan akta kematian yang secara otomatis juga mengubah KK, akta nikah, dan data kependudukan lainnya,” kata Hartoko.

Kepala Bidang Pelayanan Pendudukan Disdukcapil Kabupaten Memberamo Raya, Febriman Yanto Mokae, Selasa (12/12) kemarin, di sela-sela kunjungan, mengakui kemajuan sistem administrasi kependudukan Kota Sejuta Bunga.

“Sungguh luar biasa pencapaian Disdukcapil di Kota Magelang, karena sistem pelayanan mereka sudah terintegrasi dengan baik. Bahkan Kota Magelang sudah melebihi target dalam pendataan e-KTP dan KIA, karena sudah mencapai 100 persen,” puji Mokae.

Mokae juga mengagumi cara kerja dan pelayanan di Kota Magelang. Utamanya, dalam penerapan KIA. “Meski Kota Magelang sebagai pilot project, namun ternyata pelaksanaanya sangat tersistem. Kami tidak salah ke Kota Magelang untuk belajar KIA.” (cr3/isk)