Giliran Jalan Pekunden, Dijadikan Satu Arah

637
ATUR LALU LINTAS : Beberapa petugas sedang sibuk mengatur lalu lintas, pasca diberlakukannya peraturan jalan serah di Jalan Pekunden, Selasa (12/12) kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ATUR LALU LINTAS : Beberapa petugas sedang sibuk mengatur lalu lintas, pasca diberlakukannya peraturan jalan serah di Jalan Pekunden, Selasa (12/12) kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG–Untuk mengurangi kepadatan lalulintas di Jalan Pandanaran Semarang yang merupakan pusat oleh-oleh sekaligus perkantoran, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dan Satlantas Polrestabes Semarang kembali memberlakukan jalan satu arah, Selasa (12/12) petang kemarin. Kali ini, pemberlakuan jalan satu arah di Jalan Pekunden menuju ke pusat kuliner Batan Miroto.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi mengatakan bahwa pemberlakauan sistem satu arah di Jalan Pekunden, sengaja dilakukan untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang biasa terjadi di Jalan Pandanaran, sebagai pusat oleh-oleh Kota Semarang. “Beban di simpang empat, tepatnya di Eka Karya (Jalan Pandanaran, red) sudah cukup tinggi. Karena itu, Jalan Pekunden diberlakukan sistem satu arah,” katanya kemarin.

Ia menerangkan, Jalan Pandanaran adalah jalur utama Kota Semarang. Dengan adanya sistem satu arah di Jalan Pekunden dan ruas jalan lainnya, diharapkan bisa mengurangi beban kepadatan di Jalan Pandanaran. “Nanti Pandanaran bisa berkurang kepadatan karena arus lalu lintas bisa dialihkan ke Pekunden untuk ditembuskan ke Jalan Thamrin,” jelasnya.

Sebelum Jalan Pekunden, telah diberlakukan sistem satu arah di Jalan Pemuda, Imam Bonjol, Gajah Mada, Veteran dan lainnya, sebagai langkah mengantisipasi kepadatan lalu lintas saat libur Natal dan Tahun Baru yang tinggal menghitung hari. “Khusus Jalan Basudewo, hari ini diberlakukan kembali menjadi dua arah, dikarenakan ruas jalan tersebut tidak terlalu panjang. Ternyata banyak masyarakat yang keberatan karena harus memutar,” bebernya.

Sementara itu, Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Danang Kurniawan menambahkan jika diberlakukan jalan satu arah di beberapa ruas jalan protokol di Semarang ternyata bisa menghasilkan waktu tempuh yang lebih singkat, meskipun jarak yang ditempuh bertambah panjang. “Kemarin ada evaluasi dari Dirlantas dan Satlantas. Setelah dihitung, siklusnya untuk jarak tempuhnya memang terlambat, namun waktu tempuh sebenarnya berkurang,” tambahnya.

Ia menerangkan setelah memberlakukan jalan satu arah, Dishub akan lebih mengefektifkan jalur searah dan akan melengkapi dengan Area Traffic Control System (ATCS) di sejumlah persimpangan. “Beberapa persimpangan memang harus ditempatkan ATCS. Jika sudah ada, pasti lalu lintas akan lebih bisa dipantau secara optimal,” pungkasnya. (den/ida)