Tiga Desa Zona Bahaya Gunung Merapi Menolak

604

“Warga melakukan perlawanan dengan memasang spanduk warna putih dan menggalang tanda tangan, sebagai bukti penolakan.”

PURNOMO

MAGELANG—Tiga desa di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, menolak penambangan dengan alat berat di Sungai Tlingsing. Protes warga dilakukan dengan aksi dan pemasangan spanduk. Ketiga desa tersebut berada di zona 3 berbahaya gunung Merapi. Hal itu sesuai dengan peta mitigasi bencana yang dikeluarkan oleh otoritas yang berwenang.

Tiga desa yang dimaksud adalah Sengi, Paten, dan Sewukan. Perangkat Desa Sengi, Purnomo mengatakan, aksi penolakaan bermula ketika warga mendengar isu akan adanya kegiatan penambangan di lokasi Sungai Tlising, menggunakan alat-alat berat. “Warga melakukan perlawanan dengan memasang spanduk warna putih dan menggalang tanda tangan, sebagai bukti penolakan,” kata Purnomo, Selasa (12/12) kemarin.

Tidak hanya itu. Warga tiga desa, sambung Purnomo, juga telah melayangkan surat keberatan dan penolakan ke kantor Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO). Surat dilampiri tanda tangan warga yang menolak. Purnomo menyampaikan, pihaknya mendengar informasi bahwa BBWSO saat ini sedang memproses izin penambangan atau normalisasi ke salah satu perusahaan. Ironisnya, pihak BBWSO belum menanggapi keluhan warga.

Padahal, Sungai Tlingsing merupakan sungai yang berhulu di Merapi dan melintasi tiga desa tersebut. “Atas dasar kesepakatan warga pada 7 November 2017, penambangan dengan alat berat tidak lagi diperbolehkan.” Penambangan dengan alat berat membahayakan, utamanya di saluran garung dan saluran irigasi Bawangan pada saat curah hujan tinggi. “Tapi untuk penambangan manual masih tetap diperbolehkan atas izin dari tim teknis,” kata Purnomo. (jpg/isk)