Terancam Hukuman Mati

Pengedar dan Pemakai Sabu-Sabu Dibekuk

1216
GELAR PERKARA: Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan menunjukkan tiga tersangka dan barang bukti tindak pidana narkoba, Kamis (14/12) kemarin, saat gelar perkara di Mapolres Magelang Kota. (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR KEDU)
GELAR PERKARA: Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan menunjukkan tiga tersangka dan barang bukti tindak pidana narkoba, Kamis (14/12) kemarin, saat gelar perkara di Mapolres Magelang Kota. (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR KEDU)

MAGELANG–Tim Satuan Narkoba Polres Magelang Kota menangkap residivis pengedar narkoba, Agus Setyo Arianto, 34, warga Kampung Tuguran, Kelurahan Potrobangsan, Kamis (7/12) lalu. Tersangka ditangkap di rumahnya. Saat rumahnya digeledah, polisi menemukan barang bukti berupa 44 paket sabu siap edar seberat 44,49 gram. Agus pun terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup

Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan, dalam gelar perkara di Mapolres, Kamis (14/12) kemarin membeber, 44 paket tersebut dipecah menjadi lima bagian, dengan berat bervariasi. “Di antaranya, 15 paket dengan total berat 18,84 gram, 7 paket total seberat 7,09 gram, 17 paket total berat 9,31 gram, 4 paket total berat 3,83 gram, dan 1 paket seberat 0,36 gram. Jika ditotal, harga dari paket barang haram ini sekitar Rp 62,3 juta,” kata Kristanto.

AKBP Kristanto mengatakan, tersangka Agus sudah menjadi target operasi, karena ditengarai sebagai pengedar. Saat penangkapan di rumah tersangka, juga ditemukan barang bukti lain. Di antaranya, timbangan digital, plastik klip kecil, buku catatan, gunting, bolpoin, pipet, alat hisap bong, telepon genggam, uang Rp 300 ribu, dan lainnya.

“Agus merupakan pemain lama dan sudah dua kali masuk penjara. Di Sleman, DIY, Agus dipenjara 5 bulan dan di Magelang 6 bulan. Tersangka Agus tidak kapok dan memang sudah menjadi incaran kami. Otomatis hukuman nantinya akan jauh lebih berat,” tegas Kristanto.

Selain Agus, AKBP Kristanto menegaskan, pihaknya juga menangkap dua tersangka lain. Keduanya berada di dalam rumah Agus. Yaitu, Dinnas Bramanti, 35, seorang ibu rumah tangga asal Potrobangsan Magelang Utara; dan Dimas Bramantyo, 27, adik Dinnas.

Saat penggeledahan keduanya, dari tersangka Dinnas, polisi menemukan satu bungkus plastik berisi sabu seberat 1,13 gram. Sedangkan dari tangan Dimas, petugas menyita alat hisap, pipet kaca, sedotan, dan korek api gas. “Saat dilakukan pemeriksaan urine, ketiga tersangka positif mengonsumsi sabu-sabu.”

Hasil interogasi, mereka mengaku menggunakan sabu-sabu tersebut. “Ketiganya akan kami jerat dengan UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.” Khusus Agus, Polres Magelang Kota akan menjeratnya dengan pasal berlapis, karena yang bersangkutan termasuk pengedar. “Tentu hukumannya lebih berat. Ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup,” tegas AKBP Kristanto.

Kristanto menjelaskan, pihaknya masih mengembangkan kasus tersebut. Sebab, Agus mengaku mendapatkan sabu dari seseorang berinisial O. “Kami masih terus menyelidiki kasus ini dan mengejar siapa saja yang terlibat, untuk mengungkap jaringan pengedar narkoba di Kota Magelang.”

Sementara itu, tersangka Agus kepada sejumlah jurnalis mengakui menjual sabu menggunakan jasa kurir. “Saya hanya mengemas dan menjual. Sedangkan yang mengantarkan orang lain. Barang saya dapatkan dari seseorang pengedar berinisial O,” akunya. Sedangkan tersangka Dinnas mengaku sudah lama mengonsumsi sabu. “Saya hanya memakai saja,” katanya. (cr3/isk)