Berdayakan Warga dengan Jamur Tiram

800
PANEN JAMUR: Ibu-ibu anggota Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Kedungsari sedang memanen jamur dan mengolahnya menjadi makanan. (IST)
PANEN JAMUR: Ibu-ibu anggota Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Kedungsari sedang memanen jamur dan mengolahnya menjadi makanan. (IST)

MAGELANG–Warga dan Ibu-ibu Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Kedungsari, Rabu (13/12) malam, memanen hasil budidaya jamur tiram di ‘Kelompok Tani Jamur Berkah’ Kedungsari, Magelang Utara, Kota Magelang. Budidaya jamur yang dilakukan oleh warga Kedungsari, merupakan kerjasama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Magelang.

Ketua Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Kedungsari, Ch Kurniawati menjelaskan, sebagai organisasi kemasyarakatan, Aisyiyah memiliki beberapa program di berbagai bidang. Seperti ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat. “Budidaya jamur tiram yang dilakukan kami, merupakan kerja sama dengan FEB UMM. Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi program ekonomi dan kesejahteraan rakyat,” jelas Kurniawati.

Kurniawati berharap, dengan adanya budidaya jamur tiram, nantinya bisa berkembang di tingkat warga. Sehingga ke depan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat. “Apalagi saat ini masyarakat semakin menggemari jamur yang penuh gizi. Jamur, selain bisa diolah sebagai sayur, juga dibuat berbagai macam cemilan seperti keripik.”

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Marlina Kurniawati, mengatakan, budidaya jamur tiram melibatkan kaum bapak dan ibu di lingkungan RT 2/RW 2 Kedungsari. Jamur tiram dipilih karena mudah dibudidayakan. Juga relatif cepat dipanen. “Kandungan gizinya juga tinggi dan sangat baik dikonsumsi.” Kata Marlina, budidaya jamu tiram untuk lebih memberdayakan masyarakat, sehingga ada peningkatan ekonomi bagi mereka.

Ketua RW 2 Kedungsari, Safari, mengatakan, keberadaan kelompok tani Jamur Berkah diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup ekonomi warga. Kepala Kelurahan Kedungsari, Syamsul Hermansyah berharap ada sinergi dengan Kampung Blogger di RW 3 Kedungsari. “Manfaatkan kampung Blogger sehingga pemasaran bisa lebih maksimal,” saran Syamsul (cr3/isk)