Curi Durian Tetangga, Ditangkap oleh Warga

745
KAPOK: Yatno, pelaku penjuri durian di Mapolsek Kranggan, kemarin. (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU)
KAPOK: Yatno, pelaku penjuri durian di Mapolsek Kranggan, kemarin. (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU)

TEMANGGUNG—Warga kampung Kebonsari Desa Pendowo, Kecamatan Kranggan, Jumat (15/12), menangkap pencuri durian. Pelaku pencurian adalah Yatno, 33, warga Dusun Kebonsari. Ia tepergok mencuri durian milik tetangganya.

Yatno mengaku terpaksa mencuri durian alias duren karena terdesak kebutuhan ekonomi. “Saya hanya buruh bangunan. Sehari paling hanya dibayar Rp 60 ribu. Untuk membiayai kebutuhan rumah tangga sangat kurang. Terpaksa, saya curi durian tetangga,” akunya saat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Krangga, kemarin.

Setidaknya, pelaku sudah mencuri 52 durian. Per durian, dijual seharga Rp 30 ribu-Rp40 ribu. “Saya jual di Pasar Kranggan. Sekali mencuri paling tidak 15 hingga 20 durian. Saya panjat sendiri pohon durian itu. Biasanya habis Maghrib, durian langsung saya jatuhkan,” bebernya.

Ia kaget saat akan menjual durian hasil curian ke Pasar Kranggan, dihadang oleh beberapa tetangganya. Mereka menanyakan durian yang akan pelaku. “Saya langsung mengaku, soalnya saya juga tidak punya pohon durian.”

Sartono, 54, korban pencurian mengaku kerap kehilangan durian. Padahal, ia belum pernah memetik durian. “Sudah sekitar 56 durian yang hilang.” Tidak hanya durian miliknya yang hilang. Durian tetangganya juga sama. Warga lantas berinisiatif menguntit gerak-gerik pelaku. “Ternyata benar, pada Jumat (15/12) dini hari, warga menghadang Yatno saat membawa durian yang akan dijual ke Pasar Kranggan.”

Kapolsek Kranggan AKP Yanu Fajar mengatakan, saat petugas Polsek melakukan patroli subuh, mendapati warga yang sedang berkerumun. Ternyata, mereka sedang menangkap pelaku pencurian durian. “Saat itu juga, pelaku langsung kita bawa ke Mapolsek.” (san/isk)