Pangkas Anggaran Sekretariat Pemkot

488
EFISIENSI ANGGARAN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat menjadi narasumber Peringatan Ikatan Akuntansi Indonesia ke-60 di Crowne Plaza Hotel, Semarang, kemarin (15/12). (ISTIMEWA)
EFISIENSI ANGGARAN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat menjadi narasumber Peringatan Ikatan Akuntansi Indonesia ke-60 di Crowne Plaza Hotel, Semarang, kemarin (15/12). (ISTIMEWA)

SEMARANG- Anggaran belanja langsung sekretariat daerah Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dipangkas. Jika pada 2010, anggarannya sebesar 13,2 persen dari total belanja langsung APBD, maka pada 2017 ini anggaran belanja langsung sekretariat hanya sebesar 3,76 persen.

“Alhasil anggaran pembangunan Kota Semarang untuk masyarakat dapat lebih dimaksimalkan, contohnya anggaran belanja langsung untuk Pekerjaan Umum yang semula pada 2010 hanya 14 persen dari total belanja langsung APBD, pada 2017 ini bisa dinaikkan hingga menjadi 20,7 persen,” beber Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, kemarin.

Hal tersebut diungkapkan wali kota yang akrab disapa Hendi ini pada kegiatan Peringatan Ikatan Akuntansi Indonesia ke-60 di Crowne Plaza Hotel, Semarang (15/12).

Hendi yang baru saja menerima penghargaan ‘Dana Rakca 2017’ dari Presiden Jokowi didapuk menjadi narasumber pada sesi ‘Peningkatan Akuntabilitas Sektor Publik’. Penghargaan Dana Rakca 2017 itu didapatkan atas keberhasilan Pemkot Semarang melakukan efisiensi anggaran dalam meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

“Hari ini (kemarin), kami terus berupaya untuk mengubah pola perataan anggaran menjadi penataan anggaran, sehingga dapat fokus merealisasikan program yang belum mampu direalisasikan sebelumnya,” tegas pria yang merupakan lulusan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) tersebut.

“Salah satu hasil dari penataan tersebut adalah terealisasinya sejumlah fasilitas hidup gratis bagi masyarakat Kota Semarang mulai dari pengobatan gratis untuk semua, sekolah gratis, sampai wifi gratis,” papar Hendi.

Selain Hendi, kegiatan Peringatan HUT ke-60 Ikatan Akuntansi Indonesia juga dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, antara lain Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir, Ketua BPK Moermahadi Soerja Djanegara, dan Ketua Dewan Pengurus Nasional IAI Mardiasmo. (zal/aro)