Buka Program Doktor Studi Ilmu Lingkungan

650
TERIMA SURAT : Rektor Unika Soegijapranata Prof. Dr. F Ridwan Sanjaya, MS., IEC dengan didampingi Wakil Rektor I Bidang Akademik Dra. Cecilia Titiek Murniati, MA., PhD saat menerima surat izin pembukaan Program Doktor Studi Ilmu Lingkungan kemarin. (IST)
TERIMA SURAT : Rektor Unika Soegijapranata Prof. Dr. F Ridwan Sanjaya, MS., IEC dengan didampingi Wakil Rektor I Bidang Akademik Dra. Cecilia Titiek Murniati, MA., PhD saat menerima surat izin pembukaan Program Doktor Studi Ilmu Lingkungan kemarin. (IST)

SEMARANG – Universitas Khatolik (Unika) Soegijapranata siap membuka pembukaan Program Doktor Studi Ilmu Lingkungan usai menerima ijin dalam surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 620/ KPT/ I/ 2017, yang diserahkan oleh Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah Amsar, SH, MM, kemarin.

Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah Amsar, SH, MM mengatajan jika dengan diberikannya surat izin, maka Unika sudah bisa memulai dengan penerimaan mahasiswa baru dan tentunya Unika juga harus siap untuk re-akreditasi program studi paling lambat setiap 2 tahun. “Kami harapkan dengan adanya penambahan program studi ini akan memperkaya jumlah program studi di setiap perguruan tinggi dan ke depan kami berharap adanya peningkatan mutu terutama terkait manajemen mutu internal,” katanya.

Ia mengaku sangat apresiasi kepada Unika yang telah berhasil memperoleh ijin pembukaan prodi baru program Doktor tersebut. “Membuka program Doktoral tentu bukan suatu yang mudah, untuk itu capaian ini hendaknya ditindaklanjuti dengan tata kelola yang baik dan profesional,” tambahnya.

Sementara itu Rektor Unika Soegijapranata, Ridwan Sanjaya menjelaskan jika proses pengusulan Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan merupakan cukup panjang karena telah di usulkan di tahun 2013 dan telah dikunjungi sebanyak baru pada di tahun 2017 ini, renacana tersebut bisa teralisasi. “Empat tahun untuk proses pengusulan memang layak terbayar dengan adanya penyerahan surat izin ini karena memang S3 ini program yang sudah lama kami tunggu dan bagi kami ini sebuah hadiah sekaligus amanah,” ucapnya.

Menurut dia, setelah adanya ijin pembukaan S3, Unika merasa lengkap dari sisi pendidikan pasalnya sudah memiliki program doktoral atau S3. Dengan diberikan izin ini, maka menambah jumlah program studi di Unika Soegijapranata menjadi sebanyak 24 program studi. “Saat ini kami punya 24 program studi dengan rincian 14 proram studi di tingkat S1, 9 program studi di tingkat S2, dan 1 program studi di tingkat S3,” jelasnya.

Untuk pengoperasian program S3 Ilmu Lingkungan, Prof. Ridwan Sanjaya menegaskan bahwa dibandingkan S1, waktu kuliah S3 lebih fleksibel sehingga Unika Soegijapranata akan berusaha mengejar sebelum bulan September 2018, Program Studi Doktoral Ilmu Lingkungan sudah mulai beroperasi di Kampus Bendan Dhuwur. Selain Program Studi Ilmu Lingkungan, Unika Soegijapranata juga telah mengajukan beberapa permohonan izin pembukaan program studi di tingkat S1 untuk Program Studi Pendidikan Dokter dan Program Studi Hubungan Internasional. “Kami juga akan melakukan penjajakan pengajuan izin pembukaan Program Studi di tingkat S2 baik monodisiplin ilmu maupun multidisiplin ilmu,” tambahnya. (den/bas)