Perpustakaan Sekolah Zaman Now

951
Oleh: Hari Abriyanto SPd
Oleh: Hari Abriyanto SPd

ADIT, Fahrul dan beberapa temannya terlihat kebingungan di depan rak buku perpustakaan untuk mencari buku yang diinginkan. Setelah cukup lama mencari, akhirnya buku itu ditemukan. Tidak selesai dari situ, mereka harus menunggu giliran untuk didata pinjaman bukunya oleh petugas perpustakaan. Sambil membolak-balik buku besar dan tebal, petugas sibuk menuliskan data pinjaman buku tersebut. Sedangkan petugas perpustakaan hanya dapat melayani peminjam dengan sistem pelayanan seperti itu dalam waktu minimal 5 menit. Selang beberapa waktu kemudian terdengar bel masuk kelas. Dengan terpaksa Adit mengurungkan niatnya untuk meminjam buku dari perpustakaan sekolahnya.

Ilustrasi di atas kerap terjadi di setiap perpustakaan sekolah. Terlebih, di sekolah pelosok yang belum familiar dengan teknologi informasi. Pelayanan yang masih manual ini, membuat perpustakaan sulit maju. Padahal saat ini, setiap pengguna perpustakaan berharap dapat memanfaatkan semaksimal mungkin keberadaan perpustakaan sekolahnya. Terutama untuk memenuhi kebutuhan buku-buku pelajaran dan buku-buku referensi untuk menunjang belajar mereka di sekolah maupun di rumah. Perpustakaan sekolah menjadi salah satu bagian penting dari proses belajar-mengajar di sekolah.

Hambatan yang sering terjadi di perpustakaan sekolah adalah aspek struktural. Artinya, perpustakaan sekolah kurang mendapat perhatian dari pihak sekolah. Di samping aspek struktural adalah aspek teknis, di mana perpustakaan sekolah belum didukung unsur-unsur yang bersifat teknis, seperti tenaga, biaya serta sarana prasarana.

Perpustakaan sekolah ‘zaman now’ bukan hanya sebuah ruangan yang menampung banyak buku, tetapi harus dilengkapi dengan media dalam mencari ilmu dan wawasan bagi pembacanya. Setiap tahun perpustakaan sekolah akan mengalami penambahan buku, anggota dan inventaris lainnya. Perkembangan perpustakaan ini perlu didukung dengan pengelolaan yang baik berbasis sistem informasi yang cepat dan akurat dalam melayani anggotanya.

Pengelolaan perpustakaan berbasis sistem informasi dibedakan menjadi dua, yakni sistem informasi berdasarkan prosedur dan elemen. Berdasarkan prosedur berarti terbentuk  jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling terkait untuk mencapai tujuan tertentu. Sistem ini menekankan pada urutan proses dalam jaringan kerja. Sedangkan sistem informasi berdasarkan elemen adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Sistem informasi perpustakaan membutuhkan beberapa perangkat seperti: Pertama, komputer yang digunakan untuk menampung database tentang buku koleksi dan anggota yang terhubung dengan jaringan internet. Kedua, internet dengan kecepatan minimal 128 Kbps. Ketiga, software yang dapat mendukung sistem informasi perpustakaan seperti Athenaeum Light, Freelib dan Senayan Open Source Library Manajer System.

Selain itu dibutuhkan kemampuan manajemen yang baik agar pengelolaannya sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Dengan demikian, sistem informasi manajemen perpustakaan berbasis teknologi informasi mengubah aktivitas perpustakaan manual menjadi sistem perpustakaan berbasis komputer.

Perpustakaan berbasis teknologi informasi akan memudahkan petugas perpustakaan dalam menjalankan pekerjaannya. Pengelola perpustakaan dapat menggunakan waktunya untuk mengembangkan perpustakaan karena beberapa pekerjaan sudah dilakukan oleh komputer.

Dengan penggunaan sistem informasi ini, pengguna perpustakaan akan mendapatkan kemudahan menemukan buku yang diinginkan, pendaftaran anggota, peminjaman buku, dan kemudahan lainnya yang berkaitan dengan aktivitas perpustakaan. Penggunaan sistem informasi perpustakaan ini dapat meningkatkan kualitas dan kecepatan layanan kepada pengguna perpustakaan, sehingga dapat memperlancar proses belajar-mengajar di lingkungan sekolah. (*/aro)

Guru SMP Negeri 1 Bringin Kabupaten Semarang