Diplomasi Gayeng Ala Ganjar, Dekatkan Warga

643
NGOPI BARENG : Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo ketika srawung dengan masyarakat, beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)
NGOPI BARENG : Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo ketika srawung dengan masyarakat, beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)

SEMARANG-Jateng Gayeng adalah branding Jawa Tengah yang diluncurkan Gubernur Ganjar Pranowo pada 23 Agustus 2015. Lewat tagline yang diluncurkan pada ulang tahun kepemimpinan Ganjar dan Heru Sudjatmoko kedua itu, Ganjar seolah menegaskan identitas besar penduduk provinsi ini yang penuh semangat, berani, tangguh, jujur, ramah, hangat, bahagia, dan harmonis.

Rangkaian kata-kata bermakna positif tersebut memang mencerminkan sikap hidup mayoritas warga Jateng. Namun, kalau melihat gaya Ganjar dalam memimpin Jateng, citra gayeng juga terasa pas dilekatkan pada mantan anggota DPR RI ini.

Dalam acara tidak resmi misalnya, Ganjar lebih suka pakai kaus oblong. Pada kegiatan kunjungan ke daerah, ia juga selalu menggunakan sepatu kets hitam yang menunjang mobilitasnya lebih fleksibel.

Beberapa programnya juga mengindikasikan pola komunikasi yang tidak berjarak dengan rakyat. Salah satunya Ngopi Bareng Ganjar yang biasanya diformat duduk lesehan. Acara ini biasanya digelar di lokasi-lokasi outdoor. Seperti angkringan, halaman balai desa, alun-alun, dan sebagainya. Audience bisa ngomong apa saja, tidak ada moderator, dan tidak ada aturan protokoler. Mereka bebas protes, menyanggah, atau bahkan mengumpat sekalipun.

Ganjar mengatakan, Ngopi Bareng adalah sarana berinteraksi dengan masyarakat secara terbuka. Dengan diplomasi gayeng tersebut, ia berharap warga menyampaikan masalahnya untuk kemudian dicarikan solusi bersama-sama.

“Melalui kegiatan seperti ini, keluhan atau pertanyaan warga bisa terselesaikan. Mungkin dia tidak mengerti kemudian ngerti, tetapi jalannya tidak tahu, kemudian dia juga bisa protes. Kalau bisa ngobrol seperti ini, akan mengeliminasi persoalan,” katanya, ketika Ngopi Bareng Ganjar di Temanggung beberapa waktu lalu.