Evaluasi Rekomendasi Normalisasi Sungai

Penambangan Distop Sampai Batas Waktu Belum Ditentukan

1653

AKBP Hari menambahkan, selama masa penghentian penambangan, pihaknya akan memberikan pembinaan kepada para penambang terkait aktivitas penambangan dan risiko-risiko yang dihadapi. “Kita melakukan berbagai upaya, mulai imbauan, pemasangan spanduk, sampai mengusir penambang,” kata Hari.

Di lokasi musibah longsor yang merenggut nyawa delapan penambang di Bego Pendem, Cawang, Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Polres telah melakukan pengosongan aktivitas. Garis polisi telah dipasang untuk mencegah warga masuk ke area bencana. “Garis polisi kita pasang sejauh 500 meter dari lokasi longsor.”

Sementara ini, kata AKBP Hari, pencarian korban dihentikan. Sebab data terakhir, 16 penambang, semuanya sudah ditemukan. “Kita masih menunggu data valid juga, karena masih simpang siur.” Di dekat lokasi longsor, Polres Magelang menyiagakan 3 pleton pasukan dari Brimob, jajaran Polres Magelang, dan Polsek Srumbung. Selain itu, Polres juga membuka posko di dekat lokasi kejadian untuk menerima aduan atau laporan warga.

“Kami mengantisipasi kalau saja masih ada warga yang melaporkan kehilangan saudara atau keluarga mereka akibat musibah longsor. Sejauh ini, belum ada warga yang melaporkan adanya anggota keluarga yang masih hilang. Tim gabungan akan kembali melakukan pencarian jika ada laporan masuk.”

Seperti diketahui, kawasan penambangan galian C gunung Merapi, Kabupaten Magelang, Senin (18/12) pagi, pukul 10.00, kembali memakan korban jiwa. Sebuah tebing di kawasan Ngudi Lestari berbatasan dengan Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, longsor. Material longsor menimpa belasan penambang di bawahnya. Sebanyak 16 penambang dilaporkan tertimbun material longsor. Delapan orang tewas, sedangkan sisanya mengalami luka-luka. Diduga kuat, masih ada korban lain, sehingga proses evakuasi masih terus berlangsung. (vie/isk)