Terima Pelajar, Pemilik Warung Disemprot Satpol

852
KENA RAZIA: Tim gabungan Satpol PP, Kesbanglinmas, Polres Magelang Kota, dan Dinas Pendidikan Kebudayaan Kota Magelang mengamankan sejumlah pelajar yang kedapatan nongkrong pada saat jam sekolah, Selasa (19/12) kemarin. (IST)
KENA RAZIA: Tim gabungan Satpol PP, Kesbanglinmas, Polres Magelang Kota, dan Dinas Pendidikan Kebudayaan Kota Magelang mengamankan sejumlah pelajar yang kedapatan nongkrong pada saat jam sekolah, Selasa (19/12) kemarin. (IST)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG — Pemilik warung kopi, tempat play station (PS), dan warnet, Selasa (19/12) kemarin kena “semprot” petugas Satpol PP. Mereka ditegur karena membiarkan pelajar nongkrong pada saat jam sekolah. “Seharusnya (pemilik warung, PS, warnet) melarang para pelajar berseragam untuk masuk saat jam sekolah. Seharusnya pemilik juga menjalankan instruksi wali kota terkait jam belajar siswa. Kalau memang masih berseragam dan masih jam belajar, jangan perbolehkan masuk,” kata Kepala Satpol PP Kota Magelang, Singgih Indri Pranggana.

Para pelajar yang kedapatan nongkrong di warung kopi, tempat PS, dan warnet diminta keluar ruangan dan langsung diberi pembinaan. Mereka tak bisa berkutik ketika tim gabungan Satpol PP serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memergokinya. Para pelajar tersebut dianggap membolos pada saat jam sekolah.

Singgih Indri Pranggana mengatakan, sejumlah pelajar diketahui membolos pada jam sekolah saat operasi rutin. “Sebagaian besar pelajar yang keluar sekolah pada saat jam sekolah masih berlangsung, berkumpul di warung kopi, tempat PS, dan warnet. Mereka kami amankan dan kami data.” Dikatakan, pelajar yang tertangkap basah bermain PS pada saat jam sekolah, menjadi target utama petugas.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Agus Sujito menyampaikan, razia merupakan agenda rutin yang dilakukan pihaknya. Waktunya, sebulan dua kali. Dalam menggandeng Satpol PP, Polres Magelang Kota, TNI, dan Kesbanglinmas. Sasarannya, menertibkan pelajar yang membolos. ”Targetnya pelajar yang masih menggunakan seragam dan membolos saat jam sekolah. Kami ingin mendidik anak-anak lebih berdisiplin dan tertib.”

Target operasi, meliputi seluruh tempat game, warnet, dan tempat hiburan permainan ketangkasan. Berdasarkan laporan masyarakat, tempat-tempat tersebut kerap digunakan pelajar untuk membolos. ”Khusus razia sekarang, karena rata-rata sekolah sudah tidak ada pelajaran, tetapi masih ada kegiatan seperti class meeting, kita arahkan mereka untuk kembali ke sekolah. Tidak diberi pembinaan di kantor Dinas P dan K,” kata Agus.

Terkait sanksi, Agus mengaku hanya memberi pembinaaan. Juga mencatat nama-nama siswa yang membolos. Selanjutnya, dinas menginformasikan kepada pihak sekolah agar ditindaklanjuti. ”Mereka hanya diberi hukuman ringan oleh petugas, seperti disuruh push up, kemudian balik lagi sekolah. Meski tergolong ringan, tapi kami harap ini bisa memberi efek jera.” (cr3/isk)