UM Magelang Giat Kampanyekan Literasi

706
TINGKATKAN KHASANAH : UM Magelang menggelar seminar dan workshop literasi di aula FIkes kampus 2 Mertoyudan, kemarin. (Dok HUMAS UM MAGELANG)
TINGKATKAN KHASANAH : UM Magelang menggelar seminar dan workshop literasi di aula FIkes kampus 2 Mertoyudan, kemarin. (Dok HUMAS UM MAGELANG)

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID Untuk menegakkan kembali budaya literasi di era globalisasi, unit pelaksanaan teknis (UPT) perpustakaan UM Magelang mengadakan seminar dan workshop literasi di aula Fakultas Kesehatan (Fikes) kampus 2 UM Magelang pada Rabu (20/12).

Kepala UPT Perpustakaan UM Magelang, Zamzanah Wahyu Widayati, mengungkapkan kegiatan bertajuk Optimalisasi Gerakan Literasi Sekolah ini diselenggarakan kerja sama UPT perpustakaan UM Magelang dengan Asosiasi Tenaga Perpustakaan sekolah Indonesia (ATPUSI) Kota Magelang. Diikuti oleh 100 pustakawan yang berasal dari Kota/Kabupaten Magelang, Sleman, Wonosobo dan Temanggung.

“Sekarang ini budaya literasi siswa dan mahasiswa semakin memprihatinkan. Persentase budaya baca mereka jauh lebih kecil dibandingkan persentase budaya smartphone,” ungkap Rektor UM Magelang, Ir Eko Muh Widodo, MT.

Rektor berharap acara workshop dan seminar ini dapat meningkatkan wawasan peserta akan pentingnya budaya literasi serta dapat menumbuhkan budaya menulis. Tiga narasumber yang hadir yaitu Dr Hj Sri Rohiyanti Zulaikha, SAg,SIP, MSi, Anna Nurhayati, SIPUST, dan Moh Mursyid, SIP,MA. Sri Rohiyanti Zulaikha yang merupakan dosen ilmu perpustakaan dan informasi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga membahas tentang literasi informasi untuk mewujudkan sekolah yang unggul dan berprestasi.

“Dalam mewujudkan tujuan sekolah, ada beberapa hal yang harus diperbaiki, yaitu tentang perpustakaan sekolah, literasi informasi dan program literasi informasi-best practice,” kata Sri.

Anna Nurhayati, pustakawan SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta mengatakan gerakan literasi sekolah (GLS) merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.

Sedangkan Moh Mursyid yang merupakan owner Azyan Mitra Media Publishing mengatakan menulis merupakan ajang menambah dan menyebarkan ilmu, pengembangan karir, mengabadikan momen, serta popularitas. Selain itu menulis juga dapat menyehatkan pikiran dan yang paling penting dapat mendatangkan uang. “Menulis tidak perlu menunggu mood karena mood itu diciptakan bukan ditunggu. Jadi, mulailah menulis dari sekarang,” ajak Mursyid.

Dalam kesempatan itu UPT perpustakaan UM Magelang memberikan reward bagi tiga pengunjung aktif di perpustakaan UM Magelang tahun 2017. Reward diserahkan Rektor UM Magelang didampingi Kepala UPT Perpustakaan dan Wakil Rektor 1 UM Magelang. Selain itu juga diberikan donasi buku dari Rumah Cinta Consultant untuk SD Muhammadiyah Inovatif Pujotomo yang diserahkan secara simbolis. (vie/sct/lis)