Puluhan Armada Truk Diuji Kelayakan

785
CEK KELAIKAN : Sejumlah armada truk Aptrindo Tanjung Emas diuji kelaikan oleh petugas Dishub Kota Semarang. (NURUL PRATIDINA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEK KELAIKAN : Sejumlah armada truk Aptrindo Tanjung Emas diuji kelaikan oleh petugas Dishub Kota Semarang. (NURUL PRATIDINA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Puluhan armada truk anggota DPC Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Tanjung Emas dicek kelaikannya oleh Dinas Perhubungan Kota Semarang, Kamis (21/12). Pengecekan tersebut guna meningkatkan keamanan dan keselamatan kerja anggota Aptrindo maupun pengguna jalan lainnya.

Ketua DPC Aptrindo Tanjung Emas Supriyono mengatakan, pihaknya menyadari bahwa standar kelaikan sebuah armada sangat diperlukan. Sebab hal tersebut sangat berkaitan tak hanya bagi keselamatan anggota, tapi juga pengguna jalan.

“Oleh karena itu kami berinisiatif melakukan pengecekan, yang beberapa diantaranya terdiri dari pengecekan gas emisi, head truck dan twistlock atau pengunci gandengan trailer. Twistlock ini juga sangat penting dicek, karena sangat berbahaya bila lepas saat jalan,” ujarnya.

Armada yang dinyatakan lolos uji kelaikan akan ditempel stiker dengan barcode yang berisi keterangan mengenai truk, nama perusahaan, alamat serta nomor yang bisa dihubungi manakala terjadi keadaaan darurat. Sedangkan yang belum lolos uji kelaikan, akan ditindaklanjuti dengan meminta perusahaan bersangkutan untuk memenuhi standar kelaikan. “Anggota kami terdiri dari 50 perusahaan dengan total trailer sekitar 800 unit. Rencananya kami akan rutin melakukan sampel pengecekan empat bulan sekali,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, M Khadhik menyambut baik inisiatif pengecekan tersebut. Menurutnya, uji kelaikan ini sebaiknya tak hanya dilakukan oleh asosiasi perusahaan di pelabuhan Tanjung Emas saja. Tapi juga pelabuhan dan kendaraan lain di luar pelabuhan, baik kendaraan angkutan barang maupun penumpang.

“Sekarang baru di TPKS, ke depan harapannya di pelabuhan lain juga, karena seluruh kendaraan yang beroperasi harus memenuhi standar keamanan dan keselamatan, utamanya kontainer, karena kalau twistlock rusak sangat berbahaya,” ujarnya.

Pihaknya bersama kepolisian juga rutin melakukan operasi pengecekan kendaraan-kendaraan berat. Bila ditemui kendaraan yang tidak memenuhi standar dan tidak laik jalan, maka akan ada sanksi tegas. “Selain truk, kami harap ke depan juga ada sertifikasi untuk sopir truk-truk tersebut. Karena apabila kendaraan sudah laik, tapi sopir ugal-ugalan, itu juga sama bahanya,” ujarnya. (dna/ric)