Tunas Pamor Kuasai Dini Putri

Djarum Foundation Kejurkab Pbsi Cup Xxi Temanggung 2017

1129
SEMI FINAL: Pertandingan empat besar tunggal taruna putra antara dua pemain PB Karang Ayem, M Ifandi melawan Ranna Yudha, yang dimenangkan Ranna Yudha 21-11, 21-13. (TAUFIQ RIKHOYADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEMI FINAL: Pertandingan empat besar tunggal taruna putra antara dua pemain PB Karang Ayem, M Ifandi melawan Ranna Yudha, yang dimenangkan Ranna Yudha 21-11, 21-13. (TAUFIQ RIKHOYADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Pemain putri klub Perkumpulan Bulutangkis (PB) Tunas Pamor tampil menawan dengan meraih all final di kelompok tunggal dini putri Djarum Foundation Kejurkab PBSI Cup XXI Temanggung 2017. Kedua pemain tersebut yaitu unggulan satu Nuzulul Adzilina dan unggulan dua Aira Rizkia.

Pada pertandingan hari terakhir kejuaraan, Kamis (21/12), di GOR Bambu Runcing, Jalan Gerilya, Temanggung Kota, keduanya mencatatkan kemenangan dua game langsung saat melakoni laga semifinal. Nuzulul bertemu dengan Sabrina, sesama pemain PB Tunas Pamor, sedangkan Rizkia bertemu Bilqis dari PB Garuda.

Predikat Nuzulul sebagai sedeed unggulan tampak dari dominasi permainan yang ditunjukkan saat melawan Sabrina. Gim pertama unggul dengan angka 21-14. Berlanjut game kedua, Sabrina justru tak kuasa untuk berusaha menyamakan kedudukan. Hingga akhirnya takluk dengan angka 21-9.

Rizkia yang main di laga berikutnya, tampil penuh semangat sejak mulai bertanding. Seolah, termotivasi dengan kemenangan rekan satu klubnya tersebut. Gim pertama Rizkia mampu unggul jauh 21-9 atas Bilqis. Memasuki gim kedua, Bilqis memberi perlawan hingga sempat menyamakan angka 12-12. Sayangnya, usaha Bilqis tertahan dengan serangan smash-smash Rizkia, dan juga pengembalian bolanya tak menghasilkan poin. Hingga akhirnya Rizkia memenangi laga 21-12.

Sementara di bagian putra, PB Tunas Pamor mampu meloloskan dua pemain di semifinal tunggal dini putra, yakni non unggulan Thoriq Alfa dan Hastungkoro. Sebenarnya keduanya berkesempatan sama-sama maju final. Sayangnya, Thoriq Alfa terhenti di empat besar setelah ditaklukkan unggulan satu Ibrahimovic (PB Karang Ayem). Sedangkan Hastungkoro melenggang ke final setelah mengalahkan unggulan dua Surya Bima (PB Karang Ayem).

Pelatih PB Tunas Pamor, Rusfan Dinata Prabandaru, memahami kekalahan Thoriq di semifinal. Sebab pertandingan ini berlangsung ketat, dan lawan yang dihadapi pun seeded unggulan. “Kelompok putri seperti yang kita harapkan. Tapi untuk putra, maju semifinal ini sudah baik. Untuk lebih baik lagi, kedepan berusaha bisa maju sampai final dan juara,” terangnya disela pertandingan, kamis sore kemarin.

Sementara itu, pelaksanaan kejurkab ini agenda kejuaraan kabupaten (kejurkab) terakhir di masa kepengurusan PBSI Temanggung 2013-2017. Menurut Ketua Umum Pengkab PBSI Temanggung saat ini, Mamang Mardiaka, sedianya akan segera digelar Musda untuk membentuk kepengurusan baru. Namun karena dituntut persiapan dan pelaksanaan kejuaraan, baru akan dilaksanakan usai kejurkab. “Paling cepat bulan depan kita sudah gelar Musda, jadi program dan agenda kejurkab tahun depan juga langsung berjalan,” paparnya. (fiq/adv/bas)

GAGAL KE FINAL: Meski berjuang keras, pemain nonunggulan Thoriq Alfa dari PB Tunas Pamor (kiri) gagal ke final setelah empat besar dikalahkan unggulan satu Ibrahimovic (PB Karang Ayem).
GAGAL KE FINAL: Meski berjuang keras, pemain nonunggulan Thoriq Alfa dari PB Tunas Pamor (kiri) gagal ke final setelah empat besar dikalahkan unggulan satu Ibrahimovic (PB Karang Ayem).