Warga Keluhkan Tingginya Harga Kebutuhan Pokok

665
MURAH : Warga memenuhi tempat operasi pasar yang digelar Bulog Subdivre Semarang di halaman kantor Kecamatan Pringapus, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MURAH : Warga memenuhi tempat operasi pasar yang digelar Bulog Subdivre Semarang di halaman kantor Kecamatan Pringapus, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Melonjaknya harga kebutuhan pokok jelang Natal dan Tahun Baru 2018 dikeluhkan oleh warga Kabupaten Semarang. Seperti halnya yang diungkapkan oleh beberapa warga Kecamatan Pringapus.

Buhari, 49, warga Kecamatan Pringapus mengungkapkan kenaikan tersebut terjadi sejak satu bulan terakhir. Operasi pasar ini, sangat membantu warga Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang.

“Kalau dibanding dengan harga pasar, jelas murah ini (operasi pasar),” kata Buhari saat mengikuti operasi pasar yang dilakukan oleh Bulog Subdivre Semarang di halaman kantor Kecamatan Pringapus, Kamis (21/12) kemarin.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Norma Nila, 29, warga Kecamatan Pringapus. Harga satu kilogram beras di pasar tradisional saat ini mencapai Rp 10 ribu. Ada pula yang Rp 11 ribu. “Kalau sudah dekat Natal dan tahun baru pasti naik. Ini yang dirugikan masyarakat kecil,” katanya.

Ia berharap, Pemkab Semarang memperhatikan kondisi tersebut. Mengingat kenaikan harga terjadi di semua bahan kebutuhan pokok. “Kami berharap, pemerintah memperhatikan masyarakat kecil,” tuturnya.

Pada Kamis (21/12) siang, Bulog Subdivre Semarang menggelar operasi pasar di halaman kantor Kecamatan Pringapus. Dalam operasi tersebut petugas menyiapkan 900 kilogram cadangan beras pemerintah, 100 kilogram gula pasir, serta 120 liter minyak goreng.

Staf Perum Bulog Subdivre Semarang, Raden Widagdya Kurnia mengatakan operasi pasar tersebut sebagai bentuk penekanan terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional. “Dalam operasi pasar, beras kualitas medium dijual dengan harga Rp 8 ribu per kilogram,” katanya.

Harga tersebut lebih murah Rp 1.100 dari harga di pasaran. Sedangkan minyak goreng dan gula pasir dijual dengan harga Rp 12 ribu perkilogram, lebih murah Rp 500 dari harga di pasar. “Pemkab Semarang telah meminta Perum Bulog Subdivre Semarang untuk mengadakan operasi pasar di beberapa daerah, supaya tidak ada inflasi harga jelang Natal dan Tahun Baru 2018,” ujarnya.

Dikatakannya, operasi pasar kali ini digelar untuk meringankan beban belanja masyarakat jelang hari Natal dan Tahun Baru 2018. Dikarenakan harga kebutuhan pokok meningkat sejak awal Desember lalu. “Masyarakat menyambut positif operasi pasar kita ini,” katanya.

Selain di Kecamatan Pringapus, operasi pasar juga di gelar di Kecamatan Tengaran, Bandungan, Jambu, Suruh dan Kaliwungu. “Bulog siap kembali menggelar operasi pasar jika ada permintaan dari pemerintah daerah,” katanya. (ewb/ida)