Dorong Peningkatan Hasil Pertanian

Desa Medayu, Kecamatan Suruh

578
IRIGASI: Pertanian menjadi sektor unggulan di Desa Medayu. Untuk itu, dukungan terus diberikan termasuk dalam pembangunan saluran irigasi.
IRIGASI: Pertanian menjadi sektor unggulan di Desa Medayu. Untuk itu, dukungan terus diberikan termasuk dalam pembangunan saluran irigasi.

RADARSEMARANG.COM, SURUH – Pemerintnah desa Medayu terus mendorong peningkatan hasil pertanian dari para petani desa Medayu. Sebab, pertanian dinilai menjadi salah satu sektor yang memang banyak dikerjakan oleh warga Desa ini.

Bermacam upaya dilakukan untuk mendorong peningkatan hasil panen para petani. Selain pembangunan saluran irigasi, para petani juga rutin diberikan penyuluhan kaitannya dengan menjalankan sistem pertanian yang baik.  ”Di sini hasil utamanya ya padi itu. Kami akan terus mendorong agar hasilnya bisa semakin meningkat,” kata Juwari Kades Medayu kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Juwari (IST)
Juwari (IST)

Ke depan, dikatakan oleh Juwari, di desa ini juga memiliki arah untuk membudidayakan padi organik. Sejumlah penyuluhan mengenai budidaya padi organik juga sering diberikan. Hanya saja, pembudidayaan padi organik di desa ini dinilai masih meghadapi sejumlah kendala.

”Salah satunya adalah karena petani di desa ini masih terjebak dengan cara lama, denga menggunakan pupuk kimia. Mungkin karena kemudahan dan hasil yang mereka dapatkan,” jelasnya.

Selain di bidang pertanian, pemerintah Desa juga mendorong warga untuk bisa mengembangkan usaha rumahan yang selama ini sudah dijalankan. Beberasapa usaha tersebut diataranya ada usaha pembuatan aneka keripik.”Usaha ini juga terus kita perhatikan. Sehingga nantinya bisa berkembang. Pada akhirnya kesejahteraan masyarakat bisa dicapai melalui semua sektor yang ada,” kata dia.

Sementara itu, sekretaris Desa Medayu Dwi Subekti menambahkan, di Desa ini juga terdapat sumber mata air yang saat ini sudah digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih dua dusun. Dirinya menginginkan adanya sebuah tempat pemandian untuk anak-anak yang berasal dari air alami ini. Dwi berharap, adanya umbul pemandian nantinya dapat memicu usaha warga di sekitar jika memang dapat dilaksanakan.”Tapi tanah di sekitar itu milik warga. Selain itu untuk membangun kolam pemandian ini membutuhkan dana yang sangat besar,” ujarnya.

Dirinya juga memiliki gagasan untuk mengembangkan kolam pemancingan di sekitar kolam pemandian ini. Sehingga, jika dikelola dengan baik nantinya dapat menjadi sumber pemasukan, baik bagi desa maupun bagi warga masyarakat.”Tujuan kami akhirnya memang untuk mensejahterakan masarakat. Sehingga, kami berupaya untuk bisa memberikan yang terbaik untuk mereka,” kata dia. (sga/bas)