Berisi Pengalaman Selama Berada di Tiongkok

Kepala SD Mutual Mustaqim Luncurkan Buku

877
BERI MOTIVASI: Guru Besar ITS Prof Dr Imam Robandi bersama Kepala SD Mutual Magelang Mustaqim saat peluncuran buku Understanding China, Sabtu (23/12) lalu. (Dok Pribadi Mustaqim)
BERI MOTIVASI: Guru Besar ITS Prof Dr Imam Robandi bersama Kepala SD Mutual Magelang Mustaqim saat peluncuran buku Understanding China, Sabtu (23/12) lalu. (Dok Pribadi Mustaqim)

RADARSEMARANG.COM – Sekolah harus berani berinovasi dan terus memberikan inspirasi kepada guru agar bisa terus berkarya. Kepala SD Muhammadiyah 1 Kota Magelang (Mutual) Mustaqim telah memberi contoh. Seperti apa?

MUSTAQIM meluncurkan buku karyanya yang berjudul ‘Understanding China’ pada pertemuan sekolah-sekolah Muhammadiyah se-Indonesia di Baturraden Banyumas, Sabtu (23/12). Buku ini merupakan hasil dari mengikuti program International Education Recharging beberapa waktu lalu. Mustaqim menjelaskan, saat di Tiongkok, ia memahami banyak hal tentang negeri tersebut. Ia merasakan kekuatan hegemoninya di berbagai bidang termasuk bidang pendidikan.

“Buku ini berisi inspirasi bagaimana membangun sekolah yang baik, mengelola sekolah yang kecil hingga sekolah besar dengan sumberdaya yang ada. Buku ini dikemas dengan apik, bahasa yang mudah dipahami semua kalangan. Cocok bagi para guru, praktisi pendidikan hingga para orang tua pun sangat pas dengan panduan buku ini,” jelas Mustaqim.

Mustaqim menjelaskan, ada pepatah yang menyebutkan : tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri China. Ungkapan tersebut sangat dikenal oleh masyarakat jika berbicara tentang pentingnya semangat untuk terus belajar atau menuntut ilmu.

Mustaqim memaparkan, banyak negara di dunia yang berpredikat sebagai negara maju. Sebagai contoh ada Jepang dengan kemajuan teknologinya yang super cepat namun jiwa nasionalisme warganya tidak diragukan lagi.

“Di Eropa ada Jerman yang maju dengan teknologi dan kedisplinannya, Amerika sebagai negara adidaya memiliki perguruan tinggi terbaik, semua negara itu memiliki keunggulan masing-masing khususnya dunia pendidikan. Tidak ketinggalan pula China (Tiongkok, red) juga memiliki kemajuan pendidikan yang cukup tinggi,” beber Mustaqim.