Usulkan Pengaturan Harga

1691

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG — Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) mengusulkan adanya pengaturan harga acuan bagi jasa kurir. Hal ini seiring dengan maraknya perang tarif dari masing-masing perusahaan jasa pengiriman.

Ketua Umum Asperindo Mohamad Feriadi mengatakan, acuan yang dimaksud adalah penentuan batas bawah tarif pengiriman. Menurutnya harga acuan tersebut guna menghindari persaingan yang tidak sehat.

“Kalau ada banting-bantingan harga yang diuntungkan customer, tapi perusahaan dirugikan. Dulu penetapan tarif batas bawah pernah diberlakukan. Namun, belakangan sudah tidak dijalankan lagi,” ujarnya.

Oleh karena itu, pada periode kepengurusan kali ini Feriadi mengusulkan agar tarif batas bawah kembali diberlakukan. Salah satu hal yang menjadi alasan perlunya acuan tersebut adalah hadirnya perusahaan jasa kurir baru. Perusahaan baru tersebut memiliki kemampuan teknologi sehingga lebih efisien.

Akibatnya, harga yang ditawarkan kepada konsumen juga jauh lebih murah. Sedangkan pemain lama sudah terlanjur punya beban biaya yang tinggi sehingga sulit menekan harga. Jika hal ini tidak dicarikan solusi maka akan merugikan pemain lama. Oleh karena itu, ia meminta anggota Asperindo mau beralih menggunakan teknologi.

Usul tersebut direspon positif oleh pengamat Jasa Pengiriman Ekspres dan E Commerce, Tony Winarno. Dia mengakui praktik persaingan harga yang tidak sehat terjadi di jasa kirim e-commerce, yang dibahasakan dengan bakar duit.

Ia mengusulkan harga acuan sesuai produk dan kecepatan pengiriman, dan didukung dengan pelaksanaan Kode Pos, Remote Area Fee atau biaya penerusan, dan Actual Weight and Volumetric Weight. (dna/ric)