Guru Zaman Now Sahabat Siswa Bermasalah

1476
Oleh: Iswanto BW SPd
Oleh: Iswanto BW SPd

RADARSEMARANG.COM – DI era globalisasi dan teknologi, profesionlisme seorang guru sekarang ini semakin penuh tantangan sesuai dengan tuntutan zaman now. Secara normatif peran guru antara lain sebagai pengajar dan pendidik. Sebagai pengajar, guru harus mampu mentransfer ilmu pengetahuan ke peserta didik. Sedangkan sebagai pendidik, guru mau dan mampu membimbing siswanya untuk mengenalkan dan mengembangkan karakter-karakter yang baik untuk membangun perkembangan mental yang baik, untuk tumbuh kembang jiwanya.

Lalu apa sih peranan guru zaman now? Peranan guru zaman sekarang di antaranya adalah mengantarkan peserta didik menemukan jatidirinya untuk tumuh dan berkembang menjadi anak yang diferen dan berprestasi.

Kalau kita cermati, di zaman now ini, semua kegiatan dalam kehidupan ini menjadi serbamudah. Ini karena teknologi yang berkembang mampu memanjakan manusia di dunia ini menjadi serbamudah dan instan. Anak menjadi akrab dengan teknologi sejak usia dini. Orang tua menjadi bangga bila anaknya berprestasi. Semua prestasi itu diraih dengan penghantaran teknologi, tanpa disadari telah melupakan faktor sosial dan karakter kepribadian.

Ya, masalah sosial dan karakter menjadi penyakit yang akan menyerang anak, sehingga anak kita tidak mampu bersosialisasi dan bermasyarakat dengan baik. Di sanping itu, anak kita mengalami krisis kepribadian. Apabila siswa mengalamai masalah, maka menjadi terpuruklah siswa itu. Karena mereka sulit untuk mendapatkan solusi penyelesaian, akibat dari permasalahan sosial dan karakter yang akut.

Nah, di sinilah peranan guru dapat kita coba untuk menjadi pendidik, yaitu dengan menjadi sahabat siswa yang bermasalah. Dengan berperan sebagai sahabat diharapkan siswa menjadi nyaman dan terlindungi dengan guru, sehingga siswa mau jujur mengungkapkan permasalahan dirinya.

Guru zaman now memang berbeda dengan guru zaman dahulu. Sekarang guru harus dapat menjadi teman dengan siswanya, dalam batasan dan norma yang berlaku. Kita tidak perlu heran jika ada seorang guru yang begitu akrab bercanda dengan siswa-siswanya, seperti dengan teman sebayanya. Kondisi seperti inilah yang diharapkan oleh para siswa zaman now, karena siswa menjadi lebih akrab dengan gurunya dan bisa bebas menyampaikan sesuatu. (tentunya dalam batasan dan norma-norma yang berlaku).

Bagaimana jika menemui siswa yang sedang bermasalah? Di kalangan guru terkadang terjadi pro kontra, jika di sekolah  terdapat siswa yang sedang bermasalah, sehingga atau kadang sampai membawa-bawa nama baik sekolah. Secara pribadi menurut penulis, jika ada murid yang bermasalah janganlah disalahkan dan dipojok-pojokkan. Dekatilah siswa tersebut dengan tulus tanpa rasa benci, tapi dengan keyakinan dia anak yang baik dan mampu berprestasi seperti teman yang lain.

Pada saat yang tepat, panggilah siswa yang sedang bermasalah. Ajaklah bicara dengan hal-hal yang ringan-ringan. Tanamkan pada siswa tersebut, keyakinan, kebaikan, dan harapan yang tidak mungkin tidak tercapai. Buatlah siswa itu merasa nyaman, terlindungi dan percaya pada kita. Mintalah nomor HP yang bisa dihubungi, untuk melakukan chatingan. Di sinilah nantinya akan berproses, pantau terus dan beri motivasi. Selanjutnya guru akan menikmati sensasi siswa yang bermasalah akan bertumbuh dan berkembang dengan luar biasa. Semoga! (*/aro)

Guru SMK Negeri 3 Jepara