258 Proyek Berhasil Dikerjakan

676

RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Pelaksanaan program pembangunan fisik tahun anggaran 2017, dinilai berhasil. Pasalnya, dari 260 paket pekerjaaan fisik di Kendal, 258 di antaranya telah berhasil dikerjakan. Tinggal dua pekerjaan yang gagal.

Sekda Kendal, Muhammad Toha mengatakan bahwa dua paket pekerjaan yang gagal dikerjakan karena tidak ada yang ikut lelang. “Sudah dilelang, tapi tidak ada yang mendaftar. Atau ada yang mendaftar tapi tidak memenuhi persyaratan, sehingga tidak bisa dilaksanakan,” katanya, Kamis (28/12) kemarin.

Dikatakannya, jika dua paket yang gagal yakni proyek pembangunan gorong-gorong Cepiring-Pidodo dan proyek pembangunan Puskesmas Brangsong. Nilai kedua proyek tersebut yakni Rp 1,7 miliar.

“Untuk proyek-proyek besar, semuanya selesai dikerjakan dengan baik. Seperti kantor Pelabuhan Niaga dan akses jalan ke Pelabuhan Niaga, semua sudah dikerjakan. Begitupun pekerjaan hampir semua terlaksana dengan baik,” tuturnya.

Sekda Toha mengatakan bahwa terkait dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Bantuan Provinsi di Dinas Pendidikan yang sejak tahun 2013 hingga kini belum bisa dilaksanakan. Hal itu lantaran terbentur dengan regulasi yang ada.

Seperti bantuan provinsi yang alokasinya untuk pembangunan PAUD terpaksa tidak bisa dilaksanakan. Sebab pembangunan PAUD bukan kewenangan Pemda. Sehingga jika dilaksanakan akan bermasalah dengan hukum.

Untuk itu, pihaknya akan mengajukan agar bantuan tersebut bisa dialihkan untuk pekerjaan lain. “Kalau secara umum capaian program di Dinas Pendidikan itu bagus,” katanya.

Sementara itu Kepala ULP Pemkab Kendal, Sudaryanto mengatakan, dua paket pekerjaan yang gagal tersebut sebenarnya sudah dilelang lebih awal. Namun tidak ada peminatnya. “Mungkin pengerjaannya dinilai rumit, sehingga diabaikan oleh peserta lelang,” ujarnya. (bud/ida)