Awasi DD, Babinkamtibmas Bersenjata Sipadan

784
RESMIKAN SIPADAN : Kapolda Jawa Tengah, Irjen Condro Kirono didampingi Kapolres Batang AKBP E Suranta S dan Bupati Batang saat launching aplikasi Sipadan, Kamis (28/12) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RESMIKAN SIPADAN : Kapolda Jawa Tengah, Irjen Condro Kirono didampingi Kapolres Batang AKBP E Suranta S dan Bupati Batang saat launching aplikasi Sipadan, Kamis (28/12) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Pengawasan Dana Desa (DD) semakin rapi dan ketat. Selain diawasi oleh Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, polisi melalui Babinkamtibmas kini memiliki aplikasi online bertajuk Sipadan (Sistem Informasi Pengawasan Dana Desa). Dengan Sipadan ini, bisa menjadi senjata ampuh bagi Babinkamtibmas dalam upaya mencegah terjadinya kejahatan korupsi di desa-desa.

“Polisi lebih senang mencegah dari pada menindak kejahatan. Aplikasi Sipadan yang secara realtime berbasis website ini, sangat transparan dan dapat meminimalisasi konflik,” kata Kapolda Jateng, Irjen Condro Kirono saat melakukan launching Grand Design Sipadan, di Pendopo Kantor Bupati Batang, Kamis (28/12) kemarin.

Aplikasi Sipadan merupakan bagian pendampingan dana desa agar dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran. Aplikasi ini sebagai bentuk pengawasan Dana Desa yang sudah tersistem dengan keuangan dana desa. Aplikasinya terintegrasi dengan aplikasi yang di buat oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Dalam aplikasi tersebut, bisa diketahui mulai dari perencanaan dana desa dan pelaksanaan serta pengawasanya bersama polisi melalui BabinKamtibmas. Apakah betul–betul pekerjaannya dilakukan oleh warga desa yang dengan harapan bisa tepat sasaran dan tepat manfaat,” kata Kapolda Irjen Condro Kirono.

Yang dibanggakan Kapolda, aplikasi ini yang pertama di Jawa Tengah dan Indonesia. Karena itu, aplikasi ini akan dintegrasikan dengan aplikasi yang dimiliki Polda yaitu Smile Police yang akan diangkat untuk seluruh Polda Jateng, sehingga bisa melihat kinerja Babinkamtibmas di lingkungan Polda Jateng.

“Digitalisasi pelaporan dana desa ini bisa mencegah lembaga pengawasan eksternal yang hanya untuk kepentingan diri sendiri dengan mengancam kepada desa. Artinya, kepala desa tidak sendirian, tapi bersama polisi,” kata Irjen Condro Kirono

Bupati Batang Wihaji menambahkan, aplikasi Sipadan ini merupakan hasil inisiasi bersama antara Polres Batang dan Pemkab Batang agar proses pengelolaan keuangan dana desa dapat transparan, tepat sasaran dan tepat manfaat bagi masyarakat.

“Sudah sejak lama Kabupaten Batang sabagai percontohan transparansi anggaran yang direkomendasikan KPK sebagi pusat rujukan. Untuk itu, inisiasi aplikasi Sipadan ini sangat luar biasa. Walaupun baru dua bulan, karyanya luar biasa. “Kapolres Batang yang memiliki jargon Menyambung Peseduluran dan ngeWongke Wong, sangat luarbiasa, dari inisiasi SIPADAN ini sangat membantu masyarakat Kabupaten Batang dalam pembangunan karena dalam pengelolaan keuangan dana desa yang tersistem dan transparan,” kata Bupati Wihaji. (han/ida)