Hendi Minta Perusahaan Beri Ruang Kaum Difabel

1353
PEDULI SESAMA : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat memberikan bantuan kaki palsu kepada sejumlah penyadang disabilitas, dalam kegiatan HKSN, di gedung balai kota, kemarin. (Abdul Mughis/Jawa Pos Radar Semarang)
PEDULI SESAMA : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat memberikan bantuan kaki palsu kepada sejumlah penyadang disabilitas, dalam kegiatan HKSN, di gedung balai kota, kemarin. (Abdul Mughis/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengapresiasi eksistensi komunitas disabilitas yang memiliki kepedulian tinggi di Kota Semarang. Hal itu terbukti komunitas yang secara fisik mengalami keterbasan ini membentuk tim peduli bencana. Tentu hal tersebut menjadi sesuatu yang luar biasa.

“Luar biasa, tim ini memiliki mobilitas sangat tinggi, kita lihat mereka selalu ada di mana-mana untuk saling membantu,” kata Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi dalam acara Peringatan Hari Kesetiakawanan Nasional (HKSN) 2017 bertema “Kesetiakawanan Sosial Perekat Keberagaman” di Gedung Pertemuan Balai Kota Semarang, Kamis (28/12).

Hendi juga meminta kepada masyarakat Kota Semarang untuk tidak mendiskriminasikan, mencibir, apalagi mengucilkan kaum disabilitas. Hal terpenting adalah hidup selaras, saling membantu membangun karakter para kaum disabilitas.

“Sehingga mereka bisa beraktivitas, berkarya mandiri bersama-sama warga Kota Semarang,” katanya.

Hendi juga menegaskan akan berkomitmen untuk terus mengkomunikasikan kepada perusahaan-perusahaan di Kota Semarang agar memberi ruang untuk mendukung para penyandang disabilitas.

“Saya selalu menyampaikan jika sedulur-sedulur yang memiliki keterbatasan dalam berjalan misalnya, kan tidak membatasi kemampuan mengetiknya, maka tolong ini menjadi perhatian,” tegasnya.

Ia juga meminta jajaran Pemkot Semarang agar tidak mempersulit para kaum difabel mendapatkan kesetaraan dalam memperoleh fasilitas sarana pendidikan dan

pekerjaan. “Kami sampaikan ke banyak orang. Masalah pendidikan seringkali menjadi persoalan bahwa kawan-kawan difabel kesulitan mendapatkan sekolah di tempat umum. Saya sudah komunikasikan dengan Kepala Dinas Pendidikan, hal-hal semacam ini tidak perlu terjadi di Kota Semarang,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hendi juga memberikan sejumlah bantuan kepada 45 penyandang disabilitas. Masing-masing terdiri atas 19 kaki palsu, 6 pasang sepatu affo, 10 kursi roda, 5 walker, dan 5 tripad.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Semarang Tommy Yermawan Said mengungkapkan, bahwa kegiatan peringatan HKSN ini sebagai momentum kelembagaan yang diharapkan menjadi sikap dan kepribadian warga Kota Semarang dalam berbangsa dan bernegara.

“Harapannya semua pihak berperan aktif, baik jangka panjang maupun jangka pendek untuk bisa peduli dan mempunyai jiwa kesetiakawanan sosial di Kota Semarang,” katanya. (amu/zal)