Pancing Korban dengan Ponsel Istri

Ketua Panwascam Ditikam Badik

16225

Sementara itu, IM mengaku sudah sebulan ini curiga antara istrinya dan korban memiliki hubungan gelap. Meski belum pernah memergoki secara langsung, ia ingin bertemu dengan korban dan memberi pelajaran. Agar korban mau datang, pelaku sengaja memakai ponsel istrinya untuk menghubungi korban. “Saya menyesal dan mengakui kesalahan yang telah saya lakukan,” tutur IM.

Pelaku dan korban memang sudah saling kenal. Sebab mereka memiliki lapak jualan yang bersebelahan di Pasar Induk Banjarnegara.

“Saat membunuh, pelaku tidak ada pengaruh alkohol. Ini termasuk pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman 20 tahun atau seumur hidup,” terang Nona.

Perangkat Desa Banjarkulon Kecamatan Banjarmangu Anteng Setiawan mengatakan, selain menjadi Ketua Panwascam, sehari-hari korban berjualan pisau, sabit dan sejenisnya. Zaenal juga memiliki dua anak yang masih kecil.

Saksi mata kejadian Umi Marfiah menuturkan, ketika itu korban sedang duduk seorang diri di atas sepeda motor. Tak lama kemudian, datang seorang laki-laki dan seorang perempuan. Mereka berdua menggunakan sepeda motor secara beriringan.

Menurut Umi, perempuan yang ikut pelaku hanya diam saja. Tidak mencoba menolong korban. Perempuan tersebut adalah DK. Setelah menghampiri korban, pelaku dengan brutal langsung menusuk-nusukkan badik ke arah perut dan dada, serta lengan korban. Kejadian berlangsung sangat cepat. Setelah itu, pelaku langsung pergi meninggalkan lokasi.

Melihat korban bersimbah darah, Umi Marfiah berteriak untuk meminta pertolongan. Namun ternyata korban sudah meninggal dunia. “Saya menjerit-jerit meminta pertolongan. Tapi setelah dihampiri, korban sudah tak bernyawa,” ungkapnya. (drn/dis/jpg/ton)