Peserta Sektor Informal Masih Minim

938

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Petani menjadi jenis profesi paling banyak dalam kepesertaan dari sektor informal Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Semarsng Majapahit.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang Majapahit, Yosef Rizal menyebutkan, total sektor informal sendiri mencapai 11.262 peserta yang tersebar di Semarang, Demak dan Purwodadi (Grobogan). Sementara, kantor cabangnya membawahi empat kecamatan di Semarang, yakni Genuk, Semarang Timur, Pedurungan dan Gayamsari.

Menurutnya, dari peserta BPJS Ketenagakerjaan sektor informal sebanyak itu ada sedikitnya 3000-an petani, disusul pedagang kecil, dan pedagang kaki lima (PKL) sekitar 2000-an orang. Padahal jika melihat potensinya, sangat besar untuk kepesertaan dari pekerja sektor informal.

“Seperti nelayan yang di Desa Morodemak, Demak itu kan ada sekitar 17 ribu nelayan,” katanya.

Yosef mengakui, meski petani dan pedagang kecil sudah cukup banyak yang bergabung dengan BPJS Ketenagakerjaan, namun masih banyak dari mereka yang belum mengikuti kepesertaan.

“Terutama di Demak yang masih banyak lahan pertanian, kemudian di Grobogan yang menjadi cakupan wilayah baru Cabang Semarang Majapahit. Kalau di Semarang, petani sudah sedikit,” jelasnya.

Kesadaran trehadap manfaat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan menurut dia masih kurang di masyarakat pekerja. Khususnya sektor informal sehingga perlu terus didorong. Yosef menjelaskan ada banyak manfaat yang didapatkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, terutama risiko kecelakaan kerja, jaminan kematian, hingga jaminan hari tua yang bisa didapatkan oleh penerima. Bahkan, kartu BPJS Ketenagakerjaan sudah bisa digunakan berbelanja untuk mendapatkan diskon di gerai-gerai yang bekerjasama.

“Pengemudi transportasi online juga sudah mulai banyak yang sadar akan manfaat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Apalagi, menyadari risiko pekerjaannya yang tinggi. Sekarang sudah ada 1.500-an pengemudi transportasi online, baik ojek maupun taksi online yang menjadi peserta,” katanya.

Yosef mengatakan, jika dalam hitungan bulan saja mendapatkan peserta baru sebanyak itu, maka tidak menutup kemungkinan bahwa jumlahnya akan semakin bertambah setiap bulannya. (tsa/ric)