Melindungi Siswa dari Jajanan Berbahaya di Sekolah

570
Oleh : Ihwan SPd.
Oleh : Ihwan SPd.

RADARSEMARANG.COM – BERBAGAI kasus keracunan makanan telah terjadi di beberapa tempat yang dialami oleh siswa-siswi di sekolah. Kasus semacam itu tak henti-hentinya terjadi di mana saja, menimpa anak-anak sekolah, baik jenjang prasekolah PAUD dan Taman Kanak-Kanak, jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMP) maupun jenjang Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMA/SMK).

Para siswa di sekolah memang merupakan pangsa pasar terbaik bagi para pedagang keliling. Oleh karena itu, sekolah selalu akan diburu oleh para pedagang, utamanya pedagang makanan anak. Apalagi salah satu sifat anak  memiliki kecenderungan untuk membeli makanan  dan memilihnya sendiri . Ini yang membuat mereka menjadi sasaran para penjual jajanan.

Pada umumnya,  para penjual makanan dan minuman menjual jenis jajanan yang sedang ngetren atau ramai dicari oleh anak-anak. Diibaratkan ada gula ada semut, para penjual jajan memanfaatkan keaadaan itu untuk memperoleh penghasilan sebanyak-banyaknya. Mereka menjajakan berbagai jajanan yang memiliki kecenderungan disenangi atau digandrungi oleh para siswa.

Bermacam-macam jenis jajanan, baik yang dibuat oleh pabrik maupun dibuatnya sendiri dijual di sekolah-sekolah. Sayangnya, kadang-kadang ada beberapa pedagang atau produsen nakal yang membuat makanan dengan semaunya sendiri tidak memperhatikan unsur kesehatan atau higienisnya.

Bebagai jenis makanan dan minuman yang memiliki warna menyolok biasanya dibuat dan dijual karena kecenderungannya lebih dapat menarik perhatian anak-anak. Jenis-jenis makanan yang diberi zat pewarna, pengawet, perasa, maupun pemanis  biasanya lebih disukai anak-anak.  Bahan-bahan semcam methanil yellow, boraks, rodhamin B, dan formalin, sering kali digunakan untuk mencampuri jenis jajanan anak. Padahal zat-zat itu benar-benar membahayakan bagi kesehatan tubuh anak. Berbagai macam penyakit akan dapat ditimbulkan akibat mereka mengonsumsi zat-zat berbahaya itu secara berkepanjangan.

Betapa berbahayanya efek dari berbagai jenis makanan tak sehat itu tentu kita tidak boleh tinggal diam. Perlu adanya tindakan pencegahan secara cepat agar mereka tak akan menaggung akibat ulah para pedagang tak bertanggung jawab itu. Ikhtiar pencegahan dini harus dilakukan oleh berbagai pihak, utamanya pihak sekolah dan orang tua siswa.