Rahasia Mendidik Anak di Rumah

599
Oleh: Siti Asiyah  SThI
Oleh: Siti Asiyah  SThI

RADARSEMARANG.COM – BANYAK orang tua terutama ibu sering mengeluhkan sikap anak-anaknya yang lebih mendengarkan perkataan gurunya daripada orangtuanya. Hal ini sering terjadi pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). “Selalu kata bu guru”, demikian yang sering diungkapkan anak meski sedang di rumah.

Pada usia dini, anak sudah mulai bisa membedakanperilaku-perilaku yang membuat mereka nyaman dan mnyenangkan untuk dunianya. Seorang guru memiliki trik-trik tertentu dalam mendidik dan memberikan pengertian kepada muridnya. Sehingga, anak-anak akan mudah mengingat pesan guru dan mematuhi instruksinya.

Para orangtua yang menginginkan putra putrinya santun dan mengikuti arahannya ketika di rumah, bisa menerapkan pola didik yang diajarkan gurunya di sekolah. Jadi, antara guru dan wali murid bisa bekerja sama dan kompak dalam mendidik anak-anak. Ini juga menegaskan bahwa tugas orangtua tidak hanya menyekolahkan anak-anaknya secara formal saja, tetapi juga bertanggungjawab atas tumbuh kembang anaknya.

Para orang tua sering mengeluh tentang perbedaan perilaku anaknya ketika di rumah dan di sekolah. Anaknya tidak mau belajar ketika di rumah, karena Ibu guru tidak memberikan pekerjan rumah (PR). Ketika orangtua mendampingi anaknya belajar di rumah, seringkali diprotes karena tidak sesuai dengan perintah dan perkataan gurunya di sekolah. Apabila orangtuanya minta bantuan, anak-anak enggan dan susah untuk melakukannya. Tetapi, apabila gurunya yang memberikan intruksi, maka dengan tanggap anak-anak akan berusaha melaksanakan perintah tersebut.

Contoh kecil, ketika di jalan anak bertemu dengan guru, maka mereka lekas menyapa gurunya dengan senyum, berjabat tangan, dan mengucap salam. Tapi, sebelum berangkat dan sepulang sekolah sudahkan anak-anak kita mengucap salam dan berjabat tangan dengan orangtuanya tanpa harus diminta!

Menurut Piaget (salah satu tokoh Teori Kognitif) dalam teori perkembangan anak usia dini menyatakan bahwa pembelajaran terjadi saat anak berusaha memahami dunia di sekeliling mereka, yang melibatkan teman sebaya, orang dewasa, dan lingkungan. Anak usia dini adalah masa-masa merekam dan meniru apa yang mereka lihat, apa yang mereka dengar, dan apa yang sudah menjadi kebiasaan. Mereka sudah bisa merasakan suasana senang dan sedih, membedakan lingkungan yang nyaman dan tidak.