Camping Ground Mawar Diserbu Pengunjung

3666
BERKAH: Petugas kebersihan di camping ground mawar Gunung Ungaran saat memilah-milah sampah, kemarin, (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERKAH: Petugas kebersihan di camping ground mawar Gunung Ungaran saat memilah-milah sampah, kemarin, (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Masyarakat saat ini memiliki banyak pilihan tempat untuk menghabiskan malam pergantian tahun. Salah satu yang diserbu untuk menikmati malam pergantian tahun kemarin adalah camping ground Mawar di lereng Ggunung Ungaran.

Salah satu pengelola camping ground Mawar Gunung Ungaran, Lilik, 40, mengungkapkan jumlah pengunjung yang menginap pada malam pergantian tahun mencapai 3000 pengunjung.

Jumlah tersebut diperoleh dari hasil penjualan tiket masuk lokasi bumi perkemahan kaki gunung ungaran itu. “Mencapai 3000-an kalau pas malam tahun baru ini, itu semuanya menginap,” ujar Lilik.

Adapun lokasi bumi perkemahan tersebut dikelola oleh Solidaritas Anak Kloyan Peduli Alam (Sakpala). Adapun tiket masuk satu orang pengunjung yaitu Rp 5 ribu. “Itu tiket masuk satu malam dan menginap di sini,” ujarnya.

Untuk pengunjung yang menginap tidak membawa tenda, pihak pengelola juga menyediakan penyewaan tenda. Untuk harga sewa tenda berisi empat orang dipatok dengan harga Rp 30 ribu permalam. Sementara itu untuk tenda yang berkapasitas 6 orang dipatok dengan harga Rp 80 ribu permalam.

Dikatakannya, untuk pengelolaan sampah di lokasi memang diserahkan kepada petugas kebersihan warga setempat. Dalam hal ini yaitu Turkamun. Para pengunjung yang menginap juga dihimbau untuk membuang sampah di tempat sampah yang sudah disediakan pengelola.

Dimana kemudian sampah-sampah tersebut tidak lantas dibuang semua namun akan dipilah, mana saja yang bisa di daur ulang. Seperti halnya sampah botol air mineral ukuran kecil yang di daur ulang dibentuk pernak-pernik hiasan tambahan untuk mempercantik area bumi perkemahan.“Ada yang dibuat semacam pintu gerbang masuk, ada pula yang dibuat untuk atap gazebo, yang jelas kita manfaatkan. Untuk yang lain kita serahkan ke petugas kebersihan,” ujarnya.

Pantauan dilokasi, ratusan tenda berjajar di area perkemahan. Salah satu pengunjung, Najib Nada, 32, mengungkapkan ia sudah memasang tenda di camping ground mawar sejak malam pergantian tahun. “Sabtu (30/12) sore sudah ke sini soalnya kalau malam tahun baru pasti penuh,” ujar warga Kecamatan Gunungpati Kota Semarang tersebut. (ewb/bas)