Kena Penyakit, Butuh Jas Hujan

734
(ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
(ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, PURWOREJO — Dahi Kepala Desa Wonotopo, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo. Amat Kozaki, tampak berkerut. Rupanya, ia tengah memikirkan nasib warganya yang tinggal di pengungsian akibat tanah bergerak yang terjadi beberapa waktu lalu. Sejumlah warga dilaporkan mulai terganggu kesehatannya. Sebagian di antara mereka menderita sakit gigi, kedinginan, pusing, batuk, pilek, dan masuk angin.

Kades Amat Kozaki, Selasa (2/1) kemarin mengakui sudah ada bantuan obat-obatan. Hanya saja, untuk jenis obat sakit yang diderita pengungsi, masih kurang. “Sehingga kami sangat membutuhkan obat-obatan seperti itu,” kata Amat.

Kata Kades Amat, obat yang dibutuhkan pengungsi, saat ini adalah obat sakit gigi, tolak angin, obat menghangatkan badan, obat pusing, dan sejenisnya. Selain itu, warga juga butuh jas hujan untuk evakuasi ketika turun hujan.

Kades Amat Kozaki melanjutkan, bencana tanah bergerak yang terjadi pada Desember lalu, mengakibatkan 31 rumah rusak berat dan ringan. Rumah-rumah itu dihuni oleh 36 kepala keluarga. Selain rumahnya rusak, sebagian pengungsi juga terdampak retakan. “Jalan desa juga rusak dan putus, sehingga tidak bisa dilewati sepanjang sekitar satu kilometer.”

Untuk mengurangi beban korban tanah bergerak di Desa Wonotopo, Tim Penggerak (TP) PKK dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Purworejo memasok sembako berupa bahan makanan dan pakaian.

Ketua TP PKK Purworejo Ny Fatimah Verena Prihastyari, menyampaikan, bantuan yang disalurkan untuk para pengungsi di antaranya beras, minyak, sayuran, bumbu, lauk, dan sejenisnya, termasuk pakaian dalam. (jpg/isk)