Rekanan Didenda Rp 1,6 Juta Per Hari

767

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Proyek pembangunan trotoar di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Fatmawati  hingga akhir 2017 belum selesai. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Salatiga Agung Hendratmiko membenarkan jika dua paket itu mengalami keterlambatan penyelesaian.

“Memang semua proyek telah selesai kecuali trotoar Diponegoro dan Fatmawati. Nanti rekanan akan dikenai denda keterlambatan,” terang Agung melalui telepon pribadinya, Selasa (2/1).

Dijelaskan dia, perkembangan kedua proyek itu sampai dengan 20 Desember 2017 baru selesai 92,73 persen. Kemudian kontrak diperpanjang sampai dengan 30 Desember 2017. Dan jika sampai batas akhir tidak selesai, maka rekanan akan dikenai denda keterlambatan. Pemberlakuan denda maksimal selama 50 hari dari batas akhir pengerjaan proyek. Besaran denda adalah dihitung perhari dengan nilai 1 per mil dari nilai kontrak. “Nilai pastinya belum ada laporan dari PPKom, namun besarannya kira-kira Rp 1,6 juta per hari,” papar Agung.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Anggota Komisi C DPRD Kota Salatiga mengatakan, rekanan pemkot yang tidak selesai dalam mengerjakan proyek harus mendapatkan sanksi. Dan jika keterlaluan, sudah saatnya rekanan itu masuk daftar hitam alias black list.

Dalam pantauan wartawan, pada proyek trotoar tersebut memang ada beberapa pekerjaan yang belum selesai. Pemasangan keramik belum tuntas sehingga masih banyak lokasi yang berlubang serta ada yang belum dipasangi lampu hiasan. Selain itu, banyak bola beton yang belum tertata.

Di sisi lain, warga juga ada yang mempertanyakan pemasangan guiding block bagi penyandang tunanetra yang tidak berada di tengah trotoar, melainkan mepet dengan pot. Bahkan ada trotoar yang akses jalannya nyaris tertutup oleh pohon. (sas/ton)